Jumat, 31 Mei 2013

MAKANAN KHAS WONOSOBO DAN PURWACENG GUNUNG DIENG


MAKANAN KHAS WONOSOBO DAN PURWACENG GUNUNG DIENG.

Wonosobo begitu asri bila menyandingkan nama kota  ini dengan pesona Dataran Tinggi Dieng. Di kota kecil nan sejuk hawanya ini, Anda dapat merasakan kesegaran hawa kota yang belum tersentuh oleh polusi asap kendaraan bermotor secara berlebihan. Menikmati kota Wonosobo di malam hari sungguh merupakan kenangan tersendiri bila juga mencoba wisata kuliner yang menjadi ciri khas kota ini. Sebut saja mie ongklok, sate sapi, tempe kemul dan lekok atau geblek. Makanan khas ini dijajakan di restoran dan di warung angkringan pinggir jalan.
Berjalan arah selatan dari alun-alun Wonosobo Anda akan bertemu dengan Taman kota dengan 4 arah penunjuk jalan. Ke timur menuju Kretek, selatan menuju Kebumen dan ke barat menuju Banjarnegara. Sedangkan arah utara  menuju dataran tinggi Dieng. Di sekitar taman kota ini banyak restauran yang menjajakan makanan khas kota ini dan tentunya harganya terjangkau oleh kocek Anda.
Sebut saja mi ongklok yang mirip dengan mie ayam dengan tampilan dan ciri khas rasa berbeda. Racikan dan komposisi dari bahan-bahan yang mudah didapatkan, seperti mie kuning ( mie telur ), daun bawang, dan kol yang disiram dengan kuah coklat kental. Kuah ini terbuat dari campuran bawang putih, bawang merah, ebi dan tepung tapioka. Untuk bahan tambahan tinggal ditambah sambal kacang dan taburan bawang goreng.
Menikmati mie ongklok di siang hari yang panas sepertinya tidak begitu menimbulkan sensasi berarti. Namun jika Anda menikmati mie ongklok di malam hari di mana udara kota Wonosobo sangat dingin, sensasi ngebul mie ongklok ini bakal melenakan lidah Anda untuk terus minta nambah seporsi mie ongklok lagi.
Seporsi mie ongklok, sate sapi dan tempe kemul sudah cukup membuat perut ini kenyang. Serba murah meriah apalagi meyantapnya di malam hari dengan udara cukup dingin di kota Wonosobo.
Lekok atau geblek terbuat dari tepung tapioka yang digoreng. Orang-orang dari luar Wonosobo sering menyebut makanan ini sebagai cireng.
Bukan itu saja keistimewaan mie ongklok yang merupakan makanan ciri khas Kota Wonosobo. Di sini Anda dapat pula mencicipi menu pendamping yaitu sate sapi. Paduan menyantap mie ongklok dan sate sapi yang bertekstur serba manis, pasti lidah miliksahabat sehat dengan reiki semua akan bergoyang.
Menyantap mie ongklok akan bertambah nikmat bila Anda juga mencocol tempe kemul ( tempe berselimut ) yang bahannya tempe dibaluri tepung lalu digoreng dengan bumbu kunyit dan daun bawang. Sedangkan lekok atau geblek terbuat dari tepung tapioka yang digoreng. Semuanya ada di Wonosobo dan sebagai pengusir hawa dingin, Anda dapat memesan wedang jahe…yang di Solo atau Jogja ada di warung angkringan atau disebutwarung hik.
Mie ongklok makanan khas Wonosobo. Menyantap mie di habitatnya sangat mengesankan apalagi ditambah tempe kemul dan sate sapi.
Mie ongklok adalah makanan khas dari Wonosobo yang mempunyai rasa sangat nikmat dan sudah merakyat sejak jaman dulu kala. Kenapa ya kok dinamai Mie Ongklok? Kalau soal itu, saya sendiri sih nggak tau ya.. mungkin karena cara membuatnya di “ongklok-ongklok” alias dikocok-kocok.
Memang wedang jahe tidak umum dijual di warung-warung kaki lima atau restauran di kota ini. Tetapi bila Anda memerlukan dapat memesan kepada ibu penjual untuk membuatkan minuman wedang jahe sebagai penghangat tubuh mengusir hawa dingin yang datang dari Dataran Tinggi Dieng.
Sedangkan di Kawasan Dataran Tinggi Dieng sendiri, minuman suplement penghangat selera yang terkenal untuk membuat greng kaum pria yaitu purwaceng, sudah lazim dikonsumsi warga setempat untuk menambah gairah di tempat tidur. Jadi….Silakan terjemahkan sendiri makna kata purwaceng ini.
Tahun 1988 saat sehat dengan kundalini reiki dan kerabat kerja membuat liputan seputar Pesona Alam Dieng dan diteruskan dengan liputan budaya fenomena anak rambut gembel di Kawasan Dataran Tinggi Dieng, sesepuh desa tempat kami melakukan liputan, membagikan bungkusan purwaceng kepada semua kerabat kerja yang hadir di desa ini.
Kami kerabat kerja wanita hanya mesem-mesem saja menerima bingkisan itu. ” Itu untuk oleh-oleh orang rumah Mbak? ” kata Pak Kamituo, sebutan untuk jabatan Kepala Dusun yang mendampingi tim liputan kala itu. Beliau menjelaskan bahwa Purwaceng sebagaimana diulas dalam jurnal ilmiah adalah tanaman legendaris yang dijadikan obat kuat oleh para raja atau kalangan istana di daerah Jawa kala itu.
Menurut situs cyberman.cbn.net.id yang dikutip dari detik news, di Indonesia tumbuhan atau tanaman obat yang memiliki khasiat penambah stamina (aprosidiak) umumnya digunakan atas dasar mitos, kepercayaan dan pengalaman. Namun khasiat tanaman Purwaceng ini bukan sekedar mitos belaka karena studi sudah membuktikannya. Purwaceng banyak ditemukan di pegunungan seperti di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.
Nama latin Purwaceng adalah  Pimpinella Pruacan (alpina). Pertama kali ditemukan di pegunungan Alpen, Swiss dengan ketinggian 2000-3000 meter di atas permukaan laut. Tumbuhan ini dikenal juga dengan nama lain Suripandak abang (pegunungan Lyang, Jawa Timur) dan Gebangan Depok (Gunung Tengger).
Penampakan fisik Purwaceng adalah semak kecil merambat di atas permukaan tanah seperti tumbuhan pegagan dan semanggi gunung. Daunnya kecil-kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1-3 cm.
Penampakan fisik Purwaceng adalah semak kecil merambat di atas permukaan tanah seperti tumbuhan pegagan dan semanggi gunung. Daunnya kecil-kecil berwarna hijau kemerahan dengan diameter 1-3 cm. Dari berbagai penelitian yang dilakukan beberapa perguruan tinggi dalam negeri diketahui bahwa ada efek nyata antara tanaman purwaceng terhadap peningkatan kemampuan seksual. Oleh karena itu, Purwaceng sering disebut sebagai Viagra Tradisional atau Viagra Indonesia.
Setelah lamunan Anda tentang Purwaceng usai, mari menikmati Mie Ongklok kembali.Bila sensasi rasa mie ongklok, sate sapi, tempe kemul, legok masih melekat di lidah Anda semua, sekalipun makanan itu sudah tandas ke dalam perut , tak ada salahnya mereguk teh hitam manis hangat produksi Tambi sebagai minuman penutup.
Semua itu ada di kota Wonosobo Gilar-Gilar nan asri yang tidak bakal Anda temukan di daerah lain. Akhirnya rasa penat akan hilang setelah menempuh perjalanan melelahkan mendaki dataran Tinggi Dieng. Melihat tanaman Purwaceng dan kebun Teh Tambi merupakan pengalaman yang tidak mudah dilupakan saat tubuh mulai merebahkan diri di penginapan.
Kalau sensasi Purwaceng biarlah sahabat sehat dengan kundalini reiki dan orang terdekat Anda semua, bisa merasakan ketika sudah tiba di rumah dan berkumpul dengan orang tercinta.



Wonosobo Tempo Doeloe

Wonosobo Tempo Doeloe


pusat-kota
pusat kota wonosobo (1976)

jl-pasukan-ronggolawe
Jl. pasukan ronggolawe (1976)
Ini adalah kumpulan Foto-foto yang menggambarkan keadaan kota Wonosobo pada era tahun 1976, Foto-foto yang menggambarkan betapa Wonosobo sangat asri dengan bangunan-bangunan yang artistik, Jepretan Foto pusat kota Wonosobo sangat indah, suasana di Jalan Serayu pun demikian sangat rapi, terasa tenang  dan bersahaja, di Jalan Pasukan Ronggolawe dan Jalan Sumbing yang masih berantakan oleh material untuk pembuatan trotoar tak mengurangi gambaran suasana tentram dan damai pada masa itu.

jl-serayu
jl. serayu (1976)
Wonosobo saat ini jauh berbeda dengan Wonosobo tempo doeloe. sekarang lebih bising, lebih ramai dan semrawut, meski Wonosobo saat ini masih lebih terasa tenang dan sejuk bila dibandingkan dengan kota-kota lain di sekitar wonosobo yang relatif lebih tenang dibanding kota-kota besar di Jawa Tengah maupun Indonesia pada umumnya, Foto-foto ini bukti dan saksi-saksi sejarah Perubahan Wonosobo masa lampau.

jl-sumbing
Jl. sumbing (1976)
Foto-foto ini Saya dapatkan di dokumen komputer inventaris desa. Saya tidak mengetahui secara pasti darimana asal dan siapa yang mengambil foto ini pada saat itu.

WONOSOBO TEMPO DOELOE II

Berikut adalah foto-foto Wonosobo pada zaman dulu, ini adalah lanjutan dari posting yang terdahulu, kali ini menampilkan wajah wonosobo pada masa sekitar tahun 1972, kejadian pada saat perayaan HUT wonosobo pada tahun itu, di Alun-alun kota Wonosobo.

Wonosobo Tempo Doeloe 5

Wonosobo Tempo Doeloe 4

Wonosobo Tempo Doeloe 3

Sedangkan ini adalah Wajah Pendopo Kabupaten Wonosobo pada tahun 1939, sebelum Indonesia Merdeka, Bupatinya saat itu siapa yah ….. ?

Wonosobo Tempo Doeloe 2

Yang jelas Foto di bawah ini bukanlah Genk Motor yang sedang kongkow, mereka mungkin para camat pada zaman dulu, atau Polisi.., dan Motor Honda CB pada saat itu tidak kalah keren dibanding Honda Tiger Revo pada masa sekarang, atau Kawasaki Ninja 250 sekalipun.

Wonosobo Tempo Doeloe

Hmm…, ada yang tahu di bawah ini Foto Wonosobo bagian mana ??

Wonosobo Tempo Dulu

Foto selokan di depan Hotel Merdeka, sekarang Hotel Kresna, trotoar nya sedang dibangun, masih berantakan.

Wonosobo Tempoe Doeloe 1

Demikian Foto-foto ini saya tampilkan di sini, semoga dapat bermanfat dan juga dapat menambah wawasan kita.

WONOSOBO TEMPO DOELOE III

Seperti 2 postingan terdahulu, Wonosobo Tempo Doeloe dan Wonosobo Tempo Doeloe II, kali ini pun kembali menampilkan koleksi foto-foto yang menggambarkan keadaan Wonosobo di masa lalu. Monggo silakan dinikmati persembahan ini, cekidot.


Alun-alun Wonosobo 1950 saat perayaan HUT RI


Alun-alun Wonosobo 1972



Lokasi ini sekarang Jl. A.Yani sekitar jembatan layang antara Rita dan Pasar Induk, ternyata lokasi ini sudah terlihat padat sejak jaman dulu, tidak heran bila sekarang menjadi salah satu lokasi yang hampir setiap saat terjadi kemacetan, disinilah pusat perekonomian Wonosobo dari dulu hingga sekarang.

Kledung Pass, perbatasan Wonosobo-Temanggung, pesona keindahannya menjadi daya tarik sejak dulu



Telaga menjer, landskap paling gokil di Wonosobo


Sekarang BRI selatan alun-alun

Angel Dieng Plateau dari desa Sembungan, patak banteng di masa lalu

Wisma PJKA di Jl. P.Ronggolawe, sekarang pun bangunannya masih model jaman dulu

Kalau yang ini saya sendiri juga bingung di mana, yang jelas ada tulisan Polsek di situ, kira-kira Polsek mana yah ?
Demikian artikel ini saya tampilkan, foto-foto diatas saya dapatkan dari beberapa sumber, semoga bisa menambah wawasan kita tentang Wonosobo.
Sekian.


Kamis, 30 Mei 2013

Aku Anak Tuna Rungu

Puisi - puisi Tuna Rungu
AKU ANAK TUNA RUNGU

Aku yang tidak dengar
Aku yang tuli bisu
Aku yang cacat
Tapi aku tidak dapat peduli 

dengan hinaan orang lain
Tiap hari hatiku bersih dan suci
Walaupun hambatan selalu kualami
Aku masih punya cita-cita
Aku tidak mau kalah
Aku mampu berkarya tuk hidup membantumu
Jangan sangka aku
Bantulah perjuanganku
Bimbinglah hidupku
Agar aku kelak, aku mampu ya
Agar aku mampu dalam hidupku

Rabu, 29 Mei 2013

Siswa Tuna Rungu, Sukses Kisahkan Ramayana

Siswa Tuna Rungu, Sukses Kisahkan Ramayana 

indonesia art, indonesia photographi, pertunjukan seni, sekolah tuna rungu don bosco wonosobo, sendratari ramayana, siswa tuna rungu dena upakara wonosobo, sumali ibnu chamid.















Gagak Melawan Rahwana – sendratari Ramayana Siswa Tuna Rungu Dena Upakara Wonosobo

Pertunjukan Seni Drama Tari (Sendratari) Ramayana Bertajuk Brubuh Alengka di Sasana Adipura Wonosobo, pada akhir pekan lalu benar-benar spektakuler. Pertunjukan berdurasi sekitar dua jam itu tampil apik, padahal para penari merupakan siswa tuna rungu Sekolah Luar Biasa Dena Upakara Wonosobo.
Sendratari melibatkan sekitar 40 penari Siswa Tuna Rungu Dena Upakara ini, dihelat malam, dimulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.30 WIB, sepanjang pertunjukan,Para siswa Difabel ini mampu tampil spektakuler. Dengan runtut, Olivia Rosalina sebagai Shinta, Winda Novitasari sebagai Rama dan Nur Farida Aini dan 37 temannya, mampu mengisahkan perjalanan Shinta diculik Rahwana serta Shinta Obong.
Menariknya, dalam pertunjukan  yang disaksikan sekitar 3000 orang itu, didukung tata cahaya yang apik. Meski begitu, di jeda perpindahan kisah, ada cerita lucu. Diantaranya salah satu pemeran kera topeng giginya jatuh. Lantaran gugup mengambil topeng, adegan perang dengan prajurit Rahwana tidak jadi dipentaskan. Tapi sang pemeran langsung menepi ke panggung. Langsung saja, aksi itu membuat gelak tawa para penonton yang berjubel di Gedung Adipura.
Pimpinan Provincial PMY Indonesia, Suster Antoni salah satu Pengelola Sekolah Luar Biasa Dena Upakara Wonosobo mengatakan, pertunjukan sendratari Ramayana yang diperankan para siswanya ini merupakan puncak dari Perayaan Hari Ulang Tahun ke 75 tahun Dena Upakara.
“ Dengan pertunjukan ini, kami ingin sampaikan bahwa siswa Tuna Rungu juga mempunyai kemampuan untuk bergelut dalam dunia seni,”katanya.
Antoni menjelaskan, dalam proses pendidikan di SLB Dena Upakara, pendidikan seni tari merupakan pelajaran tambahan yang diberikan satu pekan tiga kali. Harapanya, dengan pendidikan ini akan menjadi wadah apresiasi siswa sekaligus para siswa mampu mengolah diri dalam seni.
“ Seni merupakan ilmu kedua setelah logika, maka penting kami berikan,”katanya.
Sementara itu, Mulyani Guru Tari yang telah melatih 40 siswa tuna rungu dalam pertunjukan itu menyampaikan, bahwa tari kolosal ini sudah dipersiapkan sejak enam bulan lalu. Secara telaten dan tekun dia bersama siswa tunarungu itu berlatih dan mampu menyuguhkan tarian selama sekitar dua jam itu.
“ Kami bersyukur, pertunjukan berjalan sukses. Penonton puas, kami sangat puas,”katanya.
Muazin Panitia Pertunjukan  mengatakan, dalam pertunjukan tersebut ditonton sekitar 3000 orang. pihaknya mencetak tiket sebanyak 2000 eksemplar habis terjual.  Meski begitu, karena animo penonton tinggi, ketika tiket sudah habis terjual warga yang sudah datang tetap dipersilahkan masuk.
“ seluruh sisi gedung terisi penonton. Pontonton melebihi target kita. Kami hanya targetkan 2000 penonton ternyata melampaui,” pungkasnya.
Welcome Dance @sendratari ramayana siswa Tuna Rungu Don Bosco Wonosobo


Asmara Rama Shinta
Dua siswa Tuna Rungu Dena Upakara Wonosobo membawakan sendratari Rama dan Shinta

Gagak Melawan Rahwana















Senin, 27 Mei 2013

Home Town, Cepu

Selasa, 28 May 2013

Home Town, Cepu..

Tau kah kalian semua tentang kota Cepu? Well, pasti kalian semua rata-rata kurang tau tentang kota terkenal yang kurang dikenal ini. Padahal Cepu pada beberapa tahun kemarin santer looh di berita-berita karena sumber daya alamnya yaitu minya bumi. SDM yang satu ini lah yang secara tidak langsung membuat kota kelahiran saya terkenal, belom lagi kekayaan alam nya di bidang kayu jati.
Kadang saya sedih bila ditanya seseorang.. | "Asalnya dari mana? " | "Cepu" | "Cepu itu dimana ya?" | "Yaaah" *sedih |
Hal yang seperti ini lah yang bikin saya pengen memperkenalkan kota kelahiran saya, Call it "CEPU".

Langsung saja, Cepu adalah sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Blora Jawa Tengah. Klo bingung lihat di peta aja yak..

Peta Cepu

Kecamatan ini terletak di ujung paling timur dari propinsi Jawa Tengah dan berbatasan langsung dengan Jawa Timur, dan dilewati jalan yang menghubungkan Surabaya - Purwodadi - Semarang. Cepu sendiri memiliki luas wilayah 49.15 km2.
Mata pencaharian warga Cepu sendiri sebagian besar sebagai petani dan sisanya sebagai wiraswasta, pegawai negeri, karyawan BUMN, dan peserta PUSDIKLAT MIGAS yang datang dari seluruh pelosok negeri. Itulah sebabnya dari SD saya pasti punya temen sekelas dari luar Jawa gan . 
Bukannye sombong, tapi kegiatan perekonomian di Cepu lebih maju dibandingkan kecamatan2 lain di daerah tingkat II kabupaten Blora. Begitulah kira2 sekilas tentang kota Cepu.

Buat kalian semua yang masih penasaran dengan kota kelahiran saya, ini ada beberapa foto yang menggambarkan tentang Kota Cepu. Klo masih penasaran main saja yaa.. ^^
Pintu Masuk Kota Cepu

RSUD Cepu
Stasiun

Dalam Stasiun Cepu

Oiy, Kota Cepu sebagai bagian dari Provinsi Jawa Tengah berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Timur. Tau kah kalian apa yang membatasi kedua provinsi ini? Yuup benar, yang membatasi kedua provinsi ini adalah Sungai Bengawan Solo

Jembatan Sungai Bengawan Solo
Di Kecamatan ini juga ada beberapa hotel berbintang, lapangan golf, swalayan, dan yang menjadi kebanggan kota ini adalah Pusdiklat Migas dan Akamigas.

Hotel Mega Bintang
Grand Mega Resort Cepu
Lapangan Golf
Lapangan Golf Cepu
Bravo Supermarket

Bravo Supermarket
Pusdiklat Migas Cepu

Akamigas - STEM
Nah itu lah beberapa informasi yang bisa saya sampaikan mengenai kota kelahiran saya ini, KOTA CEPU. Sebenranya masih banyak lagi ingin saya kasih tau ke kalian semua tentang kota ini, namun saya rasa cukup sekian dulu saja deh.. ^^